Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah
membuat sebuah sistem atau perangkat fisik dengan menggunakan software
dan hardware yang sifatnya interaktif yaitu dapat menerima rangsangan
dari lingkungan dan merespon balik. Physical computing adalah sebuah
konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang
sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital. Pada prakteknya
konsep ini diaplikasikan dalam desain-desain alat atau projek-projek
yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan
input analog ke dalam sistem software untuk mengontrol gerakan
alat-alat elektro-mekanik seperti lampu, motor dan sebagainya.
Sampai
saat ini, bekerja dengan hardware berarti membuat rangkaian menggunakan
berbagai komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, transistor
dan sebagainya. Setiap komponen disambungkan secara fisik dengan kabel
atau jalur tembaga yang disebut dengan istilah “hard wired”
sehingga untuk merubah rangkaian maka sambungan-sambungan itu harus
diputuskan dan disambung kembali. Dengan hadirnya teknologi digital dan
microprocessor fungsi yang sebelumnya dilakukan dengan hired wired
digantikan dengan program-program software. Ini adalah sebuah revolusi
di dalam proses prototyping. Software lebih mudah diubah dibandingkan
hardware, dengan beberapa penekanan tombol kita dapat merubah logika
alat secara radikal dan mencoba versi ke-dua, ke-tiga dan seterusnya
dengan cepat tanpa harus mengubah pengkabelan dari rangkaian.