Rabu, 24 Oktober 2012

Resistor

Sebelum jauh membahas tentang resistor, kita harus kenalan dulu dengan yang namanya resistor. Resistor merupakan sebuah komponen elektronika yang termasuk komponen pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik.
Dalam sebuah rangkaian elektronika, resistor bisa difungsikan sebagai :
      1.      Sebagai pembagi arus
      2.      Sebagai penurun tegangan
      3.      Sebagai pembagi tegangan
      4.      Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.

Satuan nilai dari resistor adalah ohm, biasa disimbolkan Ω. Besarnya nilai hambatan pada resistor biasanya disebut dengan resistansi.

Resistor sendiri memiliki banyak macam.  Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu :

         1.      Resistor Tetap (Fixed Resistor)         
Resistor tetap adalah resistor yang nilai resistansi/hambatannya tetap. Berikut ini merupakan contoh resistor tetap dan simbol nya

-          Contoh fisik resistor tetap

-          Simbol resistor tetap


Resistor ini memiliki 2 kaki dan biasanya terdapat kode warna pada bagian fisiknya. Kode warna tersebut mewakili nilai resistansi dari resistor tersebut. Berikut ini merupakan tabel kode warna yang ada pada resistor.


Dalam menentukan nilai resistor melalui kode warnanya, terlebih dahulu kita harus tahu pedoman dalam menetukan urutan gelang warna tersebut. Berikut ini adalah pedoman menentukan urutan gelang warna dari gelang pertama sampai gelang terakhir.
1.   Gelang pertama tidak berwarna hitam, emas, perak, atau tidak berwarna
2.  Gelang terakhir ( toleransi ) jarak/spasinya lebih lebar dibanding dengan jarak gelang yang lain
3.  Gelang pertama dibuat lebih lebar dari yang lain, apabila spasi antar gelang jaraknya sama
Untuk resistor yang memiliki 4 gelang warna berikut ini merupakan cara menghitung nilai resistansi berdasarkan kode warna pada resistor
1.  Gelang pertama merupakan angka/nilai pertama resistor. Dengan kata lain, kode/gelang warna yang pertama merupakan angka puluhan.
2.  Gelang kedua merupakan angka/nilai kedua resistor. Kode/gelang warna ini merupakan angka satuan.
3.   Gelang ketiga merupakan nilai pengali.
4.   Gelang ke empat merupakan nilai toleransi dari resistor.

Untuk resistor yang memiliki 5 gelang warna berikut ini merupakan cara menghitung nilai resistansi berdasarkan kode warna pada resistor
1. Gelang pertama merupakan angka/nilai pertama resistor. Kode/gelang warna yang pertama merupakan angka ratusan.
2. Gelang pertama merupakan angka/nilai pertama resistor. Kode/gelang warna yang pertama merupakan angka puluhan.
3.  Gelang kedua merupakan angka/nilai kedua resistor. Kode/gelang warna ini merupakan angka satuan.
4.   Gelang ketiga merupakan nilai pengali.
5.   Gelang ke empat merupakan nilai toleransi dari resistor.

Contoh penghitungan nilai resistansi berdasarkan kode warna adalah sebagai berikut :

Resistor tetap tidak selalu memiliki kode warna dibadan resistornya, tetapi ada juga resistor tetap yang memiliki kode angka yang tertulis dibadan resistor tersebut. Kode angka tersebut merupakan nilai resistansi dari resistor tersebut. Pada penulisan kode angka tersebut, terkadang ada yang langsung menunjukkan satuan dari nilai resistor tersebut, tetapi ada juga yang hanya berupa deretan angka. Kode angka yang berupa deretan angka tersebut dapat kita jumpai pada resistor tetap yang bentuknya lumayan kecil yang sering disebut dengan resistor SMD.
SMD ( Surface Mounted Device ) Resistor adalah resistor dengan bentuk kotak kecil yang cara pemasangannya menempel pada pcb. Dibawah ini merupakan bentuk fisik dari resistor SMD.
                       
             Dalam pengkodean untuk SMD resistor ada tiga macam yaitu :
1.   Untuk SMD resistor 5 % dengan angka tiga digit.
2.   Untuk SMD resistor 1% dengan menggunakan angka 4 digit.
3.  Untuk SMD resistor 1% dengan menggunakan kombinasi dua digit angka dan satu digit huruf.
  
SMD Resistor 5% menggunakan 3 digit angka
Cara membacanya adalah sebagai berikut :
- ANGKA 1 = Menunjukan angka pertama
- ANGKA 2 = Menunjukan angka kedua
- ANGKA 3 = Menunjukan angka multiplier

SMD Resistor 1% menggunakan 4 digit angka
Cara membacanya adalah sebagai berikut :
ANGKA 1 = Menunjukan angka pertama
ANGKA 2 = Menunjukan angka kedua
ANGKA 3 = Menunjukan angka ketiga
ANGKA 4 = Menunjukan angka multiplier

SMD Resistor 1% menggunakan 2 digit angka dan 1 digit huruf
Cara membacanya :
2 angka didepan menunjukan kode Nilai resistor berdasarkan tabel dibawah ini, sedang huruf menunjukkan faktor pengali / multiplier yang ditunjukan pada tabel dibawah ini (tabel dibawahnya)

Tabel kode angka SMD 2 digit angka dan 1 digit huruf

Contoh pembacaan :

         2.      Resistor Variabel (Variable Resistor) 
     Resistor yang nilai resistansi/hambatannya tidak tetap atau bisa diubah-ubah. Berdasarkan cara mengubah nilai resistansinya ada 2 jenis resistor variable, yaitu :
1. Trimpot  : Resistor variable yang nilai resistansinya dapat
                    diubah dengan menggunakan obeng untuk
                    memutar knop yang ada pada badan resistor.
2. Potensio : Resistor variable yang nilai resistansinya dapat
                     diubah tanpa harus menggunakan obeng, cukup
                     memutar knop dengan menggunakan tangan atau
                     menggeser knop (potensio geser).



Simbol untuk resistor variable adalah sebagai berikut :

        3.      Resistor Non Linier                        
                 Resistor yang nilai resistansi/hambatannya dipengaruhi faktor lingkungan seperti suhu dan cahaya.
Berikut ini beberapa jenis resistor non linier :
1.      PTC : Positive Temperatur Coefisien
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya.
2.      NTC : Negative Temperatur Coefisien
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya.
3.      LDR : Light Dependent Resistor
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya.







Semoga bermanfaat.... :)

0 komentar:

Posting Komentar